ANALISIS PERMANGANOMETRI



Ditulis oleh: Dani Puji Utomo
Tanggal : 19 April 2010

Kalium permanganat bukanlah merupakan bahan kimia standar primer. Permanganat selalu tercampur dengan oksidanya. Air sebagai pelarut sering mangandung bahan pereduksi (seperti bahan organik dalam jumlah yang sedikit). Keberadaan bahan kimia semakin meningkatkan terbentuknya oksida mangan. Adanya bahan pereduksi tersebut perlu dihindari, karena keberadaannya dapat mengkatalisis proses autodekomposisi larutan permanganat (selama penyipanan).

4MnO4 + 2H2O  <—->   4MnO2 + 4H

Reaksi autodekomposisi ini dikatalisis oleh adanya mangan dioksida. Sehingga permanganat tidak stabil dalam keberadaan ion Mn2+

4MnO4 + Mn2+ +  2H2O   <—->     5MnO2 + 4H

Pada kondisi asam, reaksi ini berlangsung lambat dan pada kondisi netral sangat capat. Atas dasar inilah preparasi kalium permanganat jarang dilakukan dengan cara menimbang dan melarutkan langsung KMnO4 di dalam aquadest. Melainkan dengan perlakuan pemanasan hingga mendidih dan tetap meletakkan larutan ini dalam sistem penangas uap selama beberapa jam, kemudian menyaringnya melalui media tak mereduksi permanganat: glasswool, crush berpori (sinterglass).

Larutan kalium permanganat distandardisasi dengan larutan standar primer arsen(III) oksida, natrium Oksalat, larutan standar sekunder yang mengandung besi, besi(II) etilendiamonium sulfat(atau etilendiamin besi(II) sulfat) FeSO4, C2H4, (NH3)2SO4.4H2O. dari beberapa bahan standar ini, natrium oksalat dianggap sebagai bahan yang paling sesuai karena dapat diperoleh secara murni dan anhidrat, dengan tingkat kemurnian lebih dari 99,9%.

Menurut McBride, prosedur yang dapat dilakukan adalah : larutan oksalat diasamkan dengan asam sulfat encer, dipanaskan pada 80 – 90º C, kemudian dititrasi dengan larutan permanganat secara perlahan (10 – 15ml/mnt). Dengan pengadukan hingga diperoleh warna merah muda. Temperatur tetap dijaga tetap di atas 60º C. Prosedur ini memiliki kelebihan 0,1-0,4% titrasi, bergantung pada keasaman, suhu, laju penambahan larutan permangnat, dan kecepatan pengadukan. Penambahan larutan dengan kelajuan lebih besar (25-35ml/mnt), pada larutan natrium oksalat dalam asam sulfat 1 M. Pada 25-35º C kemudian dipanaskan hingga 55-60º C. Dan titrasi diteruskan, menghasilkan titrasi dengan kesalahan sekitar 0,06%.

2Na + C2O42+ 2H+ <—->  H2C2O4 + 2Na+

2MnO4 + 4H2C2O4 + 6H  <—->   2Mn2- + 10CO2 + 8H2O

As2O3 + 4OH <—–> 2HAsO32- + H2O

5H3AsO3 + 2MnO4 + 6H+ <—-> 5H3AsO3 + 2Mn2+ + 3H2O

10I + 2MnO4 + 16H+ <—-> 5I2 + 2Mn2+ + 8H2O

STANDARISASI DENGAN LARUTAN NATRIUM OKSALAT

Keringkan sejumlah natrium oksalat pada temperatur 105-110º C selama 2 jam. Dinginkan di dalam tempat tertutup dalam desikator. Timbang 0,3 gram natrium oksalat kering tersebut (sebaiknya dengan botol timbang) dan masukkan ke dalam gelas breaker 600 mL. Tambahkan ke dalam wadah ini 260 mL aquadest, 12,5 mL asam sulfat pekat (hati-hati!) atau 250 mL. Asam sulfat 2 N. Dinginkan pada 25-30ºC dan aduk hingga oksalat tersebut larut sempurna. Tambahkan kira-kira 90-95% volume permanganat yang diperlukan (dari buret) dengan laju penambahan 23-25mL/mnt sambil diaduk. Panaskan campuran ini hingga 50-40ºC dan teruskan titrasi dengan permanganat hingga diperoleh warna merah muda permanen (30 detik). Tambahkan lagi 0,5-1mL larutan penitrasi tetes demi tetes. Penambahan tetes berikutnya dilakukan setelah tetes sebelumnya mengalamai proses dekolorisasi. Untuk keperluan analisis yang lebih akurat, disarankan untuk menambahkan permangnanat secara berlebih hingga diperoleh warna merah muda larutan. Hal ini dilakukan dengan cara penyesuaian warna tersebut dengan menambahkan larutan permanganat hingga volume sama dengan volume asam sulfatencer yang didihkan dan didinginkan pada 50-60ºC. Ulangi percobaan tersebut triplo atau diplo.

PENERAPAN ANALISIS PERMANGNANOMETRI

  1. A. PENENTUAN CAMPURAN BESI (II) DAN (III)

Pengantar

Metode percobaan telah dibicarakan secara lengkap pada penjelasan di atas. Dalam langkah analisis larutan sampel diencerkan dengan larutan asam sulfat encer. Bila di dalam sistem terdapat chlorida, akan diperoleh hasil percobaan yang lebih banyak, karena reaksi antara besi(II) dengan permangnan memicu oksidasi Chlorida.

Kebaradaan ion klorida hampir tak ada berpengaruh jika ke dalamnya ditambahkan garam mangan(II), terutama dalam bentuk larutan Zimmermann-Reinhardt. Larutan sampel yang mengandung kira-kira 0,1 M Fe++ dikondisikan untuk mengandung 10% (volume) asam sulfat encer untuk menurunkan kecenderungan oksidasi larutan besi oleh udara.

Bila di dalam sistem mengandung besi(III), kandungan spesies ini dapat ditentukan dengan direduksi terlebih dahulu menjadi besi(II). Sedangkan kadar besi dalam bijihnya juga dapat ditentukan dengan melarutkan bijih ini kedalam asam klorida encer dan dititrasi seperti prosedur sebelumnya.

Prosedur

  1. a. Penentuan Fe(II)

Ambil 25 mL larutan sampel dan masukan dalam erlenmeyer 250 mL. Tambahkan kedalamnya 25 mL asam sulfat (0,5 M). Titrasi larutan ini dengan larutan standar permanganat 0,1N hingga diperoleh larutan merah muda.

  1. b. Penentuan Fe(III)

Ambil larutan sampel 25 mL dan tambahkan asam klorida pekat hingga diperoleh konsentrasi 5 N. Panaskan hingga 70ºC. Tambahkan ke dalam larutan ini larutan SnCl2 tetes demi tetes dengan pengadukan, hingga warna kuning hilang. Tambahkan lagi larutan SnCl2 dalam HCl encer hingga teramati hijau. Dinginkan campuran ini pada air mengalir. Setelah dingin, tambahkan 10 mL larutan HgCl2 5%. Amati terbentuknya endapan Hg2Cl2. Encerkan larutan dengan menambahkan kiri-kira 300 mL aqudest dan tambahkan pula larutan zimmerman-Reinhardt (jika disediakan). Titrasi dengan larutan standar kalium permanganat 0,1 N. Perhitungan untuk besi Fe(III), karena dalam prosesnya Fe(III) diubah menjadi Fe(II), maka perhitungan (V2 – V1) x 0,1 mgrek. Dengan V1 adalah volume titrasi pada penentuan Fe(II) dan V2 adalah volume titrasi pada penentuan Fe(III).

Tinggalkan komentar

Filed under chemistry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s