BAHAYA BAHAN KIMIA DALAM MAKANAN


Bahaya Penggunaan Rhodamin B pada Makanan

Ditulis Oleh: drh. Wina Listiana


Dewasa ini keamanan penggunaan zat pewarna sintetis pada makanan masih dipertanyakan di kalangan konsumen. Sebenarnya konsumen tidak perlu khawatir karena semua badan pengawas obat dan makanan di dunia secara kontinyu memantau dan mengatur zat pewarna agar tetap aman dikonsumsi. Jika ditemukan adanya potensi risiko terhadap kesehatan, badan pengawas obat dan makanan akan mengevaluasi pewarna tersebut dan menyebarkan informasinya ke seluruh dunia. Pewarna yang terbukti mengganggu kesehatan, misalnya mempunyai efek racun, berisiko merusak organ tubuh dan berpotensi memicu kanker, akan dilarang digunakan. Di Indonesia tugas ini diemban oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baik zat pewarna sintetis maupun alami yang digunakan dalam industri makanan harus memenuhi standar nasional dan internasional. Penyalahgunaan zat pewarna melebihi ambang batas maksimum atau penggunaan secara ilegal zat pewarna yang dilarang digunakan dapat mempengaruhi kesehatan konsumen, seperti timbulnya keracunan akut dan bahkan kematian. Pada tahap keracunan kronis, dapat terjadi gangguan fisiologis tubuh seperti kerusakan syaraf, gangguan organ tubuh dan kanker (Lee 2005)

Rhodamine B

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85 menetapkan 30 zat pewarna berbahaya. Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan (Syah et al. 2005). Namun demikian, penyalahgunaan rhodamine B sebagai zat pewarna pada makanan masih sering terjadi di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa. Sebagai contoh, rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman seperti kerupuk, sambal botol dan sirup di Makassar pada saat BPOM Makassar melakukan pemeriksaan sejumlah sampel makanan dan minuman ringan (Anonimus 2006).

Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknya cukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Zat pewarna ini mempunyai banyak sinonim, antara lain D and C Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine dan Brilliant Pink B. Rhodamine biasa digunakan dalam industri tekstil. Pada awalnya zat ini digunakan sebagai pewarna bahan kain atau pakaian. Campuran zat pewarna tersebut akan menghasilkan warna-warna yang menarik. Bukan hanya di industri tekstil, rhodamine B juga sangat diperlukan oleh pabrik kertas.

Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.

Penggunaan zat pewarna ini dilarang di Eropa mulai 1984 karena rhodamine B termasuk karsinogen yang kuat. Efek negatif lainnya adalah menyebabkan gangguan fungsi hati atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati (Syah et al. 2005). Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa zat pewarna tersebut memang berbahaya bila digunakan pada makanan. Hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa pada uji terhadap mencit, rhodamine B menyebabkan terjadinya perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan di sekitarnya mengalami disintegrasi. Kerusakan pada jaringan hati ditandai dengan adanya piknotik (sel yang melakukan pinositosis) dan hiperkromatik dari nukleus, degenerasi lemak dan sitolisis dari sitoplasma (Anonimus 2006).

Dalam analisis yang menggunakan metode destruksi yang kemudian diikuti dengan analisis metode spektrofometri, diketahui bahwa sifat racun rhodamine B tidak hanya disebabkan oleh senyawa organik saja tetapi juga oleh kontaminasi senyawa anorganik terutama timbal dan arsen (Subandi 1999). Keberadaan kedua unsur tersebut menyebabkan rhodamine B berbahaya jika digunakan sebagai pewarna pada makanan, obat maupun kosmetik sekalipun. Hal ini didukung oleh Winarno (2004) yang menyatakan bahwa timbal memang banyak digunakan sebagai pigmen atau zat pewarna dalam industri kosmetik dan kontaminasi dalam makanan dapat terjadi salah satu diantaranya oleh zat pewarna untuk tekstil.

Untuk mengunduh versi dokumennya silahkan klik pada link berikut: dani puji utomo

Sumber Pustaka

Anonimus. 2006. Rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman di Makassar. Republika Kamis 5 Januari 2006.

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?=229881&kat_id=23. [30 September 2006].

Lee TA, Sci BH, Counsel. 2005. The food from hell: food colouring. The Internet Journal of Toxicology. Vol 2 no 2. China: Queers Network Research.

Syah et al. 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Bogor: Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Subandi. 1999. Penelitian kadar arsen dan timbal dalam pewarna rhodamine B dan auramine secara spektrofotometri: Suatu penelitian pendahuluan.

http://www.malang.ac.id/jurnal/fmipa/mipa/1999a.htm. [30 September 2006 ]

Winarno FG. 2004. Keamanan Pangan. Bogor: Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Sumber:  Click Here….!

Tinggalkan komentar

Filed under chemistry


Tinggalkan komentar

Filed under chemistry

ANALISIS PERMANGANOMETRI



Ditulis oleh: Dani Puji Utomo
Tanggal : 19 April 2010

Kalium permanganat bukanlah merupakan bahan kimia standar primer. Permanganat selalu tercampur dengan oksidanya. Air sebagai pelarut sering mangandung bahan pereduksi (seperti bahan organik dalam jumlah yang sedikit). Keberadaan bahan kimia semakin meningkatkan terbentuknya oksida mangan. Adanya bahan pereduksi tersebut perlu dihindari, karena keberadaannya dapat mengkatalisis proses autodekomposisi larutan permanganat (selama penyipanan).

4MnO4- + 2H2O  <—->   4MnO2 + 4H-

Reaksi autodekomposisi ini dikatalisis oleh adanya mangan dioksida. Sehingga permanganat tidak stabil dalam keberadaan ion Mn2+

4MnO4- + Mn2+ +  2H2O   <—->     5MnO2 + 4H-

Pada kondisi asam, reaksi ini berlangsung lambat dan pada kondisi netral sangat capat. Atas dasar inilah preparasi kalium permanganat jarang dilakukan dengan cara menimbang dan melarutkan langsung KMnO4 di dalam aquadest. Melainkan dengan perlakuan pemanasan hingga mendidih dan tetap meletakkan larutan ini dalam sistem penangas uap selama beberapa jam, kemudian menyaringnya melalui media tak mereduksi permanganat: glasswool, crush berpori (sinterglass).

Larutan kalium permanganat distandardisasi dengan larutan standar primer arsen(III) oksida, natrium Oksalat, larutan standar sekunder yang mengandung besi, besi(II) etilendiamonium sulfat(atau etilendiamin besi(II) sulfat) FeSO4, C2H4, (NH3)2SO4.4H2O. dari beberapa bahan standar ini, natrium oksalat dianggap sebagai bahan yang paling sesuai karena dapat diperoleh secara murni dan anhidrat, dengan tingkat kemurnian lebih dari 99,9%.

Menurut McBride, prosedur yang dapat dilakukan adalah : larutan oksalat diasamkan dengan asam sulfat encer, dipanaskan pada 80 – 90º C, kemudian dititrasi dengan larutan permanganat secara perlahan (10 – 15ml/mnt). Dengan pengadukan hingga diperoleh warna merah muda. Temperatur tetap dijaga tetap di atas 60º C. Prosedur ini memiliki kelebihan 0,1-0,4% titrasi, bergantung pada keasaman, suhu, laju penambahan larutan permangnat, dan kecepatan pengadukan. Penambahan larutan dengan kelajuan lebih besar (25-35ml/mnt), pada larutan natrium oksalat dalam asam sulfat 1 M. Pada 25-35º C kemudian dipanaskan hingga 55-60º C. Dan titrasi diteruskan, menghasilkan titrasi dengan kesalahan sekitar 0,06%.

2Na + C2O42+ 2H+ <—->  H2C2O4 + 2Na+

2MnO4- + 4H2C2O4 + 6H  <—->   2Mn2- + 10CO2 + 8H2O

As2O3 + 4OH- <—–> 2HAsO32- + H2O

5H3AsO3 + 2MnO4- + 6H+ <—-> 5H3AsO3 + 2Mn2+ + 3H2O

10I- + 2MnO4- + 16H+ <—-> 5I2 + 2Mn2+ + 8H2O

STANDARISASI DENGAN LARUTAN NATRIUM OKSALAT

Keringkan sejumlah natrium oksalat pada temperatur 105-110º C selama 2 jam. Dinginkan di dalam tempat tertutup dalam desikator. Timbang 0,3 gram natrium oksalat kering tersebut (sebaiknya dengan botol timbang) dan masukkan ke dalam gelas breaker 600 mL. Tambahkan ke dalam wadah ini 260 mL aquadest, 12,5 mL asam sulfat pekat (hati-hati!) atau 250 mL. Asam sulfat 2 N. Dinginkan pada 25-30ºC dan aduk hingga oksalat tersebut larut sempurna. Tambahkan kira-kira 90-95% volume permanganat yang diperlukan (dari buret) dengan laju penambahan 23-25mL/mnt sambil diaduk. Panaskan campuran ini hingga 50-40ºC dan teruskan titrasi dengan permanganat hingga diperoleh warna merah muda permanen (30 detik). Tambahkan lagi 0,5-1mL larutan penitrasi tetes demi tetes. Penambahan tetes berikutnya dilakukan setelah tetes sebelumnya mengalamai proses dekolorisasi. Untuk keperluan analisis yang lebih akurat, disarankan untuk menambahkan permangnanat secara berlebih hingga diperoleh warna merah muda larutan. Hal ini dilakukan dengan cara penyesuaian warna tersebut dengan menambahkan larutan permanganat hingga volume sama dengan volume asam sulfatencer yang didihkan dan didinginkan pada 50-60ºC. Ulangi percobaan tersebut triplo atau diplo.

PENERAPAN ANALISIS PERMANGNANOMETRI

  1. A. PENENTUAN CAMPURAN BESI (II) DAN (III)

Pengantar

Metode percobaan telah dibicarakan secara lengkap pada penjelasan di atas. Dalam langkah analisis larutan sampel diencerkan dengan larutan asam sulfat encer. Bila di dalam sistem terdapat chlorida, akan diperoleh hasil percobaan yang lebih banyak, karena reaksi antara besi(II) dengan permangnan memicu oksidasi Chlorida.

Kebaradaan ion klorida hampir tak ada berpengaruh jika ke dalamnya ditambahkan garam mangan(II), terutama dalam bentuk larutan Zimmermann-Reinhardt. Larutan sampel yang mengandung kira-kira 0,1 M Fe++ dikondisikan untuk mengandung 10% (volume) asam sulfat encer untuk menurunkan kecenderungan oksidasi larutan besi oleh udara.

Bila di dalam sistem mengandung besi(III), kandungan spesies ini dapat ditentukan dengan direduksi terlebih dahulu menjadi besi(II). Sedangkan kadar besi dalam bijihnya juga dapat ditentukan dengan melarutkan bijih ini kedalam asam klorida encer dan dititrasi seperti prosedur sebelumnya.

Prosedur

  1. a. Penentuan Fe(II)

Ambil 25 mL larutan sampel dan masukan dalam erlenmeyer 250 mL. Tambahkan kedalamnya 25 mL asam sulfat (0,5 M). Titrasi larutan ini dengan larutan standar permanganat 0,1N hingga diperoleh larutan merah muda.

  1. b. Penentuan Fe(III)

Ambil larutan sampel 25 mL dan tambahkan asam klorida pekat hingga diperoleh konsentrasi 5 N. Panaskan hingga 70ºC. Tambahkan ke dalam larutan ini larutan SnCl2 tetes demi tetes dengan pengadukan, hingga warna kuning hilang. Tambahkan lagi larutan SnCl2 dalam HCl encer hingga teramati hijau. Dinginkan campuran ini pada air mengalir. Setelah dingin, tambahkan 10 mL larutan HgCl2 5%. Amati terbentuknya endapan Hg2Cl2. Encerkan larutan dengan menambahkan kiri-kira 300 mL aqudest dan tambahkan pula larutan zimmerman-Reinhardt (jika disediakan). Titrasi dengan larutan standar kalium permanganat 0,1 N. Perhitungan untuk besi Fe(III), karena dalam prosesnya Fe(III) diubah menjadi Fe(II), maka perhitungan (V2 – V1) x 0,1 mgrek. Dengan V1 adalah volume titrasi pada penentuan Fe(II) dan V2 adalah volume titrasi pada penentuan Fe(III).

Tinggalkan komentar

Filed under chemistry

ANALISA IODOMETRI & IODIMETRI


Glitter Words

Reaksi-reaksi kimia yang melibatkan oksidasi reduksi dipergunakan secara luas oleh analisis titrimetrik. Ion-ion dari berbagai unsur dapat hadir dalam kondisi oksidasi yang berbeda-beda, menghasilkan kemungkinan banyak reaksi redoks. Banyak dari reaksi-reaksi ini memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam analisi titrimetrik dan penerapan-penerapannya cukup banyak.
Iodometri adalah analisa titrimetrik yang secara tidak langsung untuk zat yang bersifat oksidator seperti besi III, tembaga II, dimana zat ini akan mengoksidasi iodida yang ditambahkan membentuk iodin. Iodin yang terbentuk akan ditentukn dengan menggunakan larutan baku tiosulfat .

Oksidator + KI → I2 + 2e
I2 + Na2 S2O3 → NaI + Na2S4O6

Sedangkan iodimetri adalah merupakan analisis titrimetri yang secara langsung digunakan untuk zat reduktor atau natrium tiosulfat dengan menggunakan larutan iodin atau dengan penambahan larutan baku berlebihan. Kelebihan iodine dititrasi kembali dengan larutan tiosulfat.

Reduktor + I2 → 2I-
Na2S2 O3 + I2 → NaI +Na2S4 O6

Untuk senyawa yang mempunyai potensial reduksi yang rendah dapat direksikan secara sempurna dalam suasana asam. Adapun indikator yang digunakan dalam metode ini adalah indikator kanji.
Sedangkan bromometri merupakan metode oksidasi reduksi dengan dasar reaksi aksidasi dari ion bromat .

BrO3- + 6H+ + 6e → Br- + 3H2O

Adanya kelebihan KBrO3 dalam larutan akan menyebabkan ion bromida bereaksi dengan ion bromat

BrO3 + Br- + H+ → Br2 +H2O

Bromine yang dibebaskan akan merubah warna larutan menjadi kuning pucat (warna merah ), jika reaksi antara zat dan bromine dalam lingkungan asam berjalan cepat maka titrasi dapat secara langsung dilakukan. Namun bila lambat maka dapat dilakukan titrasi tidak langsung yaitu larutan bromine ditambah berlebih dan kelebihan bromine ditentukan secar iodometri. Bromin dapat diperoleh dari penambahan asam kedalam larutan yang mengandung kalium bromat dan kalium bromide.
Substansi-substansi penting yang cukup kuat sebagai unsur-unsur reduksi untuk dititrasi langsung dengan iodin adalah tiosulfat, arseni dan entimon, sulfida dan ferosianida. Kekuatan reduksi yang dimiliki oleh dari beberapa substansi ini adalah tergantung dari pada konsentrasi ion hydrogen, dan reaksi dengan iodin baru dapat dianalisis secara kuantitatif hanya bila kita melakukan penyesuaian ph yang sulit.
Dalam menggunakan metode iodometrik kita menggunakan indikator kanji dimana warna dari sebuah larutan iodin 0,1 N cukup intens sehingga iodin dapat bertindak sebagai indikator bagi dirinya sendiri. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet yang intens untuk zat-zat pelarut seperti karbon tetra korida dan kloroform. Namun demikan larutan dari kanji lebih umum dipergunakan, karena warna biru gelap dari kompleks iodin–kanji bertindak sebagai suatu tes yang amat sensitiv untuk iodin.
Dalam beberapa proses tak langsung banyak agen pengoksid yang kuat dapat dianalisis dengan menambahkan kalium iodida berlebih dan mentitrasi iodin yang dibebaskan. Karena banyak agen pengoksid yang membutuhkan larutan asam untuk bereaksi dengan iodin, Natrium tiosulfat biasanya digunakan sebagai titrannya. Titrasi dengan arsenik membutuhakn larutan yang sedikit alkalin.
Dalam larutan yang sedikit alkalin atau netral, oksidasi menjadi sulfat tidak muncul terutama jika iodin dipergunakan sebagai titran. Banyak agen pengoksid kuat, seperti garam permanganat, garam dikromat yang mengoksid tiosulfat menjadi sulfat, namun reaksinya tidak kuantitatif.
Pada penentuan iodometrik ada banyak aplikasi proses iodometrik seperti tembaga banyak digunakan baik untuk biji maupun paduannya metode ini memberikan hasil yang lebih sempurna dan cepat daripada penentuan elektrolit tembaga.
Pada metode bromometri, kalium bromat merupakan agen pengoksid yang kuat dengan potensial standar dari reaksinya

BrO3 + 6H+ + 6e → Br- + 3H2O

Adalah +1,44 V. Reagen dapat digunakan dalam dua cara yaitu sebagai sebuah oksdasi langsung untuk agen-agen pereduksi tertentu dan untuk membangkitkan sejumlah bromin yang kuantitasnya diketahui.
Sejumlah agen pereduksi pada titrasi langsung metode bromometri sepertyi arsenik, besi (II) dan sulfida serta disulfida organik tertentu dapat dititrasi secara langsung dengan sebuah larutan kalium bromat .
Kehadiran bromin terkadang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi,
beberapa indikator organik yang bereaksi dengan bromin untuk memberikan perubahan warna. Perubahan warna ini biasanya tidak reversibel dan kita harus hati-hati agar kita mendapatkan hasil yang lebih baik .
Reaksi brominasi senyawa-senyawa organik larutan standar seperti kalium bromat dapat dipergunakan untuk menghasilkan sejumlah bromin dengan kuantitas yang diketahui. Bromin tersebut kemudian dapat digunakan untuk membrominasi secara kuantitatif berbagai senyawa organik. Bromide berlebih hadir dalam kasus-kasus semacam ini, sehingga jumlah bromin yang dihasilkan dapat dihitung dari jumlah KBrO3 yang diambil. Biasanya bromin yang dihasilkan apabila terdapat kelebihan pada kuantitas yang dibutuhkan untuk membrominasi senyawa organik tersebut untuk membantu memaksa reaksi ini agar selesai sepenuhnya.
Reaksi bromin dengan senyawa organiknya dapat berupa subtitusi atau bisa juga reaksi adisi.

URAIAN BAHAN
1.Aquadest / air suling (FI III, 96)
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Nama lain : Ar suling
RM : H2O
BM : 18,02
Kelarutan : Larut dalam etanol dan gliserol
Kegunaan : Sebagai pelarut
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Struktur : H-O-H

2.Iodium (FI III ,31)
Nama resmi : IODUM
Nama lain : Iodum
RM : I
BM : 126,96
Kelarutan : larut dalam 3500 bagian air ,dalam 13 bagian etanol, dalam 80 bagian gliserol .
Kegunaan : Sebagai sampel
Pemerian : Keeping atau butir, berat, mengkilap seperti logam, hitam kelabu dan bau khas .
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

3.Natrium Tiosulfat (FI III,428)
Nama resmi : NATRI THIOSULFAS
Nama lain : Natrium tiosulfat/hipo
RM : Na2S2O3 .5H2O
BM : 248,17
Pemerian : Hablur besar tidak berwarna /serbuk hablur kasar. Dalam lembab meleleh basah, dalam hampa udara merapuh.
Kelarutan : larut dalam 0,5 bagian air,praktis tidak larut dalam etanol
Kegunaan : Sebagai penitrasi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.

4 Asam Sulfat (FI III,58)
Nama resmi : ACIDUM SULFURICUM
Nama lain : Asam sulfat
RM : H2SO4
BM : 98,07
Pemerian : Cairan kental seperti minyak,korosif,tidak berwarna jika ditambahkan dalam air menimbulkan panas.
Kelarutan : -
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

5.VITAMIN C( FI III,47)
Nama resmi : ACIDUM ASCORBICUM
Nama lain : Asam askorbat
RM : C6H8O6
BM : 176,13
Pemerian : Serbuk atau hablur,putih atau agak kuning,tidak berbau rasa asam, karena pengaruh cahaya jadi gelap.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam klorofom
Kegunaan : Sebagai bahan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.

6.KALIUM BROMAT(FI III,687)
Nama resmi : KALIUM BROMAT
Nama lain : Kalium bronat
RM : KBrO3
BM : -
Pemerian : Serbuk hablur,putih
Kelarutan : Pada suhu 15,5 larut dalam 12,5 bagian air, dalam 2 bagian air mendidih, sukar larut dalam etanol p.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel

7.KALIUM BROMIDA(FI III,328)
Nama resmi : KALII BROMIDUM
Nama lain : Kalium bromida
Pemerian : Hablur tidak berwarna, teransaran / buram /serbuk butir tidak berbau, rasa asin, agak pahit
RM : KBr
BM : 109,01
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel
Kelarutan : Larut dalam 1,6 bagian air dan dalam 200 bagian etanol

8.ASAM ASETAT (FI III 41)
Nama resmi : ACIDUM ACETICUM DILUTUM
Nama lain : Asam asetat encer
RM : CH3COOH
BM : -
Pemerian : -
Kelarutan : -
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai sampel

9.TEMBAGA (II )SULFAT(FI III,731)
Nama resmi : TEMBAGA II SULFAT
Nama lain : Kupri sulfat
RM : CUSO4.5H2O
Pemerian : Prisma tri klinik,serbuk hablur,biru
Kelarutan : Larut dalam 3 bagian air dan 3 bagian gliserol, sangat sukar larut dalam etanol.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel

10.ASAM SALISILAT(FI III,56)
Nama resmi : ACIDUM SALICYLICUM
Nama lain : Asam salisilat
RM : C7H6O3
BM : 138,13
Pemerian : Hablur ringan tidak berwarna /serbuk berwarna putih hampir tidak berbau, rasa agak manis dan tajam
Kelarutan : Larut dalam 550 bagian airdan dalam 4 etanol, mudah larut dalam klorofom dan dalam eter p.
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.

11.ASAM KLORIDA(FI III,53)
Nama resmi : ACIDUM HYDRO CHLORIDUM
Nama lain : Asam klorida
RM : HCL
BM : 36,46
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kelarutan : -
Pemerian : Tidak berwarna, berasap, bau merangsang, jika diencerkan dengan dua bagian air, berasap dan bau hilang
Kegunaan : Sebagai zat tamabahan

12.KIO3 (FI III,689)
Nama resmi : KALIUM IODAT
Nama lain : kalium iodat
RM : KIO3
Pemerian : Serbuk hablur, putih.
Kelarutan : Larut dalam air
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel
13.KI (FI III,330)
Nama resmi : KALII IODIDUM
Nama lain : Kalium iodide
RM : KI
BM : 166,00
Pemerian : Hablur heksahedral, transparan /tidak berwarna, opak dan putih /serbuk butiran putih, higroskopik.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih, larut dalm etanol .p
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel

Sumber :
– DAY.R.A dan UNDERWOOD A.L.2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi VI. Jakarta : Erlangga
– Dirjen.POM.1979.Farmakope Indonesia Edisi III .Jakarta : Departemen kesehatan RI.

1 Komentar

Filed under chemistry

TAHUN 2011 DINOBATKAN SEBAGAI TAHUN INTERNATIONAL KIMIA


2011 INTERNATIONAL YEAR OF CHEMISTRY
Kata Kunci: International Year of Chemistry, iupac, IYC 2011, Marie Curie, Tahun Internasional Kimia, UNESCO
Ditulis oleh Soetrisno pada 19-03-2009

Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.

Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia. IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.

“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.

“Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.

Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.

Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.

Tinggalkan komentar

Filed under 1, Information

MENCEGAH SEL TUMOR GANAS


MENCEGAH SEL TUMOR GANAS

Kata Kunci: sel, sel tumor, tumor, tumor ganas

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 12-03-2010

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah mengembangkan suatu cara untuk melacak dan menghancurkan sel tumor dalam darah. Sel – sel yang dilepaskan dari tumor utama dapat mensirkulasikan pada aliran darah dan akhirnya berdiam diri pada daerah lain di tubuh. Hal ini menyebarkan penyakit yang menyebabkan kanker metastatis, yang mana merupakan penyebab utama kematian diantara para pasien kanker yang kelihatannya sudah berhasil disembuhkan. Sekarang Chang Lu dari Universitas Purdue, West Lafayette, Amerika Serikat, telah menggunakan suatu teknik yang disebut electroporation yang secara selektif membersihkan sirkulasi sel – sel tumor tersebut dari darah.

Pada electroporation, suatu medan listrik didalam diaplikasikan pada suatu sel, yang menciptakan sejumlah lubang – lubang nanoskala pada sel membran. Lubang – lubang tersebut, atau pori – pori, mengijinkan benda – benda asing, seperti obat – obatan, untuk masuk ke dalam sel dan pada akhirnya dapat mengarahkan pada sel mati. Tim dari Lu membawa sel – sel tersebut melalui suatu saluran microfluidic dan menemukan bahwa sel tumor secara substansial lebih rentan untuk rusak oleh electoporation ketimbang sel darah merah atau putih yang sehat.

Suatu teknik aliran melalui electroporation memelajari perbedaan respon dari sel – sel darah dan sel – sel tumor pada medan listrik

Lu mengatakan bahwa kesedarhanaan dan kecepatan dalam menyembuhkan sel – sel tersebut adalah suatu metode yang atraktif. ‘Kita mengidam – idamkan bahwa teknik kami dapat diaplikasikan untuk memusnahkan sel – sel tumor sisa di dalam darah setelah pemindahan tumor utamanya. Praktek ini secara potensial akan menurunkan metastasis yang berkaitan dengan kematian,’ tambahnya.

Tilak Jain, seorang ahli electroporation pada Scripps Research Institute, La Jolla, Amerika Serikat, menemukan bahwa pekerjaan ini adalah inovatif dan menggembirakan, dengan mengatakan ‘dengan dikombinasikan dengan keberadaan kemoterapi, hal ini dapat memberikan suatu kekuatan serangan ganda dalam menyerang dual sirkulasi sel – sel.’

Lu dan para koleganya sekarang sedang mengalihkan perhatian mereka untuk membuktikan nilai klinis dari teknik mereka, khususnya mempertahankan kelangsungan hidup sel – sel darah putih dalam prosesnya.

Hilary Burch

Tinggalkan komentar

Filed under Information

SPEED UP YOUR SMART’S CONNECTION


PERCEPAT KONEKSI MODEM SMART

Sebulan yang lalu saya membeli HP smart tipe Haier C700, HP ini merupakan HP modem yang dapat dikoneksikan dengan internet lewat komputer. Ada beberapa tipe HP smart yang mampu difungsikan sebagai modem antara lain Haier D1200P dan ZTE C261. HP smart memberikan kuota akses sebesar 1.000 GB selama 100 hari, dan bisa dibilang modem termurah. Namun disamping biaya yang menggiurkan banyak kendala ketika saya menggunakannya untuk koneksi, selain loading page yang sangat lama juga sering terjadi error page loading. Hal tersebut membuat saya gemes, tetapi setelah melakukan berbagai macam uji coba, oprak-oprek sana-sini, googling sana sini akhirnya saya menemukan beberapa artikel yang memuat tentang cara mempercepat koneksi HP smart. Sekedar ingin sharing dengan teman-teman yang juga pelanggan smart, nih saya kasih tips buat speed up koneksi hape smart, saya sudah mencobanya dan hasilnya cukup memuaskan. Berikut cara-caranya:

1. Meningkatkan kapasitas RAM

Koneksi yang lama selain dari faktor sinyal yang limit mungkin juga disebabkan oleh kapasitas RAM yang rendah. Fungsi RAM dapat kita asumsikan sebagai sebuah meja kerja tempat meletakkan buku-buku yang sering digunakan (recent document) sedangkan Harddisk dapat diasumsikan sebagai almari tempat menyimpan buku-buku yang banyak, senakin luas meja kerja kita semakin banyak pula buku yang dapat kita letakkan di atas meja tersebut, sama halnya dengan kapasitas RAM, semakin besar kapasitasnya maka semakin cepat pula kerja komputer. Untuk memperbesar kapasitas Ram memang membutuhkan biaya yang cukup menguras kantong, untuk itu cukup menggunakan Flashdisk dengan kapasitas minimal 4 GB, yang dapat difungsikan sebagai RAM dengan bantuan software Ebooster, Software tersebut dapat anda download di sini!.

2. Meningkatkan kecepatan Web Browser.

Web Browser yang anda gunakan cukup menentukan cepat lambatnya suatu koneksi, saya menggunakan Mozilla Firefox sebagai Web Browser, Untuk mempercepat Firefox dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Buka firefox => ketik “about:config” pada Address bar (tanpa tanda petik).
  • Scroll mouse cari “Network.http.max-connections”, double klik masukan nilai 64
  • Cari “Network.http.max-connection-per-server”, masukan nilai 21
  • Cari “Network.http.max.persistent-connections-per-server”, masukan nilai 8
  • Cari “Network.http.pipelining”, ubah dari “false”menjadi “true”
  • Cari “Network .http.pipelining.max”, masukan nilai 100
  • Cari “Network .http.proxy.pipelining”, ubah dari “false” menjadi “true”
  • Click kanan dimana aja pilih New => Integrar => tulis “Nglayout.initialpaint.delay” dan masukan nilai 0
  • Close mozilla lalu buka lagi, bedakan dengan yang semula.

berikut tampilan “About:config”

3. Mensetting pada OpenDNS Windows

  • Klik start => Run atau Command => ketik pada bar “gpedit.msc”
  • Pilih “Computer Configuration” => “Administrative Template” => “Network” => “Qos Packet Scheduler”
  • Dengan mengubah “Limit Outstanding Packets” dari not configured menjadi “enable”.
  • Mengubah nilai “Bandwidth” menjadi 0 % => OK
  • Klik start => Run atau Command => ketik pada bar “regedit”
  • Pilih “HKLM System” => Curent Control => edit Value pada :
  • Default TTL lalu isi dengan Value 00000040
  • Enable PMTUBH Detect isi dengan Value 00000000
  • Enable PMTU Discovery isi dengan value 00000001
  • Global Max TCP Windows Size isi dengan Value 0005ae4c
  • Sack Opts isi dengan Value 00000001
  • TCP 1323 Opts isi dengan Value 00000003
  • TCP Windows Size isi Value dengan 0005ae4c
  • Restart PC anda.

gambar tampilan run “gpedit.msc”

4. Perkuat sinyal smart

Sewaktu melakukan dialing letakkan HP smart anda di wadah alumunium untuk mengumpulkan sinyal, sebisa mungkin berbentuk parabola atau setengah bola lalu letakkan tepat pada titik fokus, kalau tidak ada dapat menggunakan panci alumunium.

5. Memperpendek kabel USB

Ingat pelajaran SMP, bahwa hambatan berbanding lurus dengan panjang lintasan dan berbanding terbalik dengan luas penampang. Buat sependek mungkin kabel USB untuk mengurangi hambatan pengiriman data.

6. Meningkatkan default speed

Sebelum anda melakukan dial-up pada kotak dialog dialing click pada “properties” lalu pilih Configure => naikan default speed dari 115,2 Kb/s menjadi 921,6 Kb/s.

7. Menggunakan software-software penunjang

Untuk mempercepat proses explore browsing anda silahkan gunakan software internet acelerator yang dapat anda download secara gratis di sini. Sedangkan untuk mempercepat proses download anda dapat menggunakan software IDM (Internet Download Manager) yang juga dapat anda download di sini.

Demikian tips-tips yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Ditulis oleh : Dani Puji Utomo

Copyright©speed up your connection http://dhanyryuzaki.wordpress.com

Please give this blog a rate

2 Komentar

Filed under Information